ANTARA BANGGA DAN MALU

Seorang anak Ethiopia datang padaku
dengan sedih berkata lesu
“Andai aku jadi anak Indonesia sepertimu
takkan kujalani alur hidupku
dengan lapar berminggu-minggu
dan kenyang selalu kurindu
karena aku tahu di negerimu
sawah menghampar beratus – beribu
pangan melimpah di tiap penjuru”

Seorang anak Palestina mendekatiku
dengan muram berucap sendu
“Andai aku jadi anak Indonesia sepertimu
takkan kulalui hari-hariku
dengan nyanyian desing peluru
tarian asap dan bau mesiu
karena aku tahu di negerimu
damai tenteram setiap waktu
tanpa teror datang mengganggu”

Seorang gadis Amerika menghampiriku
Dengan sesal berbisik malu
“Andai aku jadi anak Indonesia sepertimu
takkan nista masa remajaku
dicabik-cabik gairah nafsu
karena aku tahu adat negerimu
bergaul bebas adalah tabu”

Seorang anak Arab Saudi menjumpaiku
dengan kagum bertutur lugu
“Andai aku jadi anak Indonesia sepertimu
takkan sekalipun kumenggerutu
negeriku gersang panas berdebu
tandus sahara dan padang batu
sedangkan subur tanah negerimu
sanggup tumbuhkan segala sesuatu
meski kau tanam setongkat kayu
meski kau semai sebongkah batu”

(Mendengar semua ungkapan itu
Duh……bangganya aku)

(namun setelah mereka berlalu
cemas datang menghampiriku
sebab andai mereka tahu
tentang detail hakikat negeriku
pasti mereka tak seorangpun mau
menjadi anak Indonesia sepertiku

tapi meskipun adanya begitu
kuungkap jujur tentang negeriku
meski bisik, meski lirih, meski bisu
meski mereka tak dengar, tak peduli aku)

“Anak Ethiopia sahabatku
terima kasih atas katamu tentang negeriku
yang punya sawah beratus ribu
sayang engkau tak pernah tahu
banyak juga rakyat negeriku
busung, kurus, pucat, dan kuyu
menahan lapar berwindu-windu
karena pangan melimpah itu
milik yang beruang dan banyak tipu
milik penguasa dan darah biru
sedang saudaranya tak mau tahu
rasa manusianya telah membeku
karena hatinya keras membatu”

“Anak Palestina sahabatku
terima kasih atas ucapmu tentang negeriku
katamu damai sepanjang waktu
sayang engkau tak pernah tahu
banyak juga rakyat negeriku
saling menjagal saling memburu
saling merampok saling menipu
ada majikan dibunuh babu
anak durhaka perkosa ibu
kakek bejat memangsa cucu
saudara biadab membantai sepupu”

“Gadis Amerika sahabatku
terima kasih atas bisikmu tentang negeriku
yang katamu punya adat dan tabu
sayang engkau tak pernah tahu
banyak juga anak negeriku
yang lahir hanya mengenal ibu
tanpa ayah yang mau mengaku
bahkan bayi lahir semenit lalu
harus berenang di selokan bau
dibuang ibunya karena malu”

“Anak Saudi sahabatku
terima kasih atas kagummu tentang negeriku
katamu subur tak pernah layu
sayang engkau tak pernah tahu
tanah surga yang subur itu
sekarang bukan lagi milikku
tergadai sudah sejak dahulu
membayar hutang negara palsu
sebab kalau tidak begitu
akan abadi ke anak cucu
tiap bayi yang lahir baru
terima warisan hutang yang baku
er pe lima belas juta tujuh ratus dua puluh tiga ribu”

(dan alangkah terkejutnya aku
karena mereka dengar bisikku
lalu menoleh dan menatapku
dan sebuah ejekan kaku
mendarat telak di dahiku

Duh……malunya aku)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s